<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>^ Coretan Hati Kecil ^ &#187; Coretan Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://fatinsa.wordpress.com/category/coretan-inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fatinsa.wordpress.com</link>
	<description>~ Manusia tak pernah puas ~</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jul 2008 19:14:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fatinsa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c2e1f38f866585213a4052bbc76c7824?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>^ Coretan Hati Kecil ^ &#187; Coretan Inspirasi</title>
		<link>http://fatinsa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fatinsa.wordpress.com/osd.xml" title="^ Coretan Hati Kecil ^" />
		<item>
		<title>Belajar Bisnis Sambil Jalan</title>
		<link>http://fatinsa.wordpress.com/2008/01/31/belajar-bisnis-sambil-jalan/</link>
		<comments>http://fatinsa.wordpress.com/2008/01/31/belajar-bisnis-sambil-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 21:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fatinsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatinsa.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[satu lagi saya kutip purdhiecandra
Untuk jadi pengusaha, kita tak harus punya pengalaman bisnis yang mumpuni dulu.
Saya sependapat kalau ada yang mengatakan, bahwa untuk meraih sukses bisnis, kita bisa meniru sukses orang lain, apakah itu strateginya, atau pilihan usaha yang dilakukannya. Selain itu, saya ingin menambahkan, bahwa untuk kita bisa menjadi pengusaha, sesungguhnya tidak harus punya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatinsa.wordpress.com&blog=1561006&post=5&subd=fatinsa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>satu lagi saya kutip <a href="http://www.purdiechandra.net">purdhiecandra</a></p>
<p><i>Untuk jadi pengusaha, kita tak harus punya pengalaman bisnis yang mumpuni dulu.</i></p>
<p>Saya sependapat kalau ada yang mengatakan, bahwa untuk meraih sukses bisnis, kita bisa meniru sukses orang lain, apakah itu strateginya, atau pilihan usaha yang dilakukannya. Selain itu, saya ingin menambahkan, bahwa untuk kita bisa menjadi pengusaha, sesungguhnya tidak harus punya pengalaman bisnis yang mumpuni dulu. Logikanya adalah, kalau kita menunggu sampai punya pengalaman bisnis yang mumpuni, lantas kapan kita akan memulai usaha?</p>
<p>Dari pengalaman saya sendiri, maupun pengalaman pengusaha Bob Sadino, juga pengalaman pengusaha-pengusaha lain, bahwa sesungguhnya pengalaman bisnis yang mumpuni itu bisa kita raih sambil menjalankan bisnis kita. Maka, jika kita ingin memulai usaha, ada baiknya jangan banyak dipikirkan atau pakai rencana yang muluk-muluk. Yakinlah, bahwa semua itu dalam bisnis bisa saja berubah, dan itu bisa kita tangani sambil jalan.</p>
<p>Hanya saja, mungkin ketakutan kita sementara ini justru karena kita terlalu siap, terlalu banyak yang dipikir, bahkan terlalu takut dengan resiko bisnis. Padahal, menurut saya, dalam praktek bisnis, yang terjadi sesungguhnya banyak berbeda dengan apa yang pernah kita pikirkan. Sehingga tak mengherankan kalau kita kemudian banyak menemukan jalan keluar utnuk mengatasi semua kesulitan bisnis yang kita alami.</p>
<p>Jadi, sesungguhnya tidak ada alasan untuk kita untuk tidak memulai usaha, karena alasan pengalaman bisnis kita terbatas. Katakanlah, dengan kita piawai menarik pelajaran dari setiap kejadian, saya yakin hal itu justru membuat kita tambah piawai dalam bisnis.<span id="more-5"></span></p>
<p>Dan, kalau kita lihat dilapangan,banyak usaha yang ternyata dimulai dengan modal nol. Misalnya, uang tidak punya, itu bisa diatasi dengan pinjam orang lain. Kemudian pengalaman bisnis tidak punya, bisa tanya pada orang lain. Bahkan ide pun tak punya, bisa pakai ide orang lain. Begitu juga tempat usaha yang tak ada, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Apa artinya semua itu? Artinya, kita bisa lakukan dengan menggunakan &#8220;kepunyaan&#8221; orang lain. Justru dari keadaan semacam inilah, akan membuat kita mandapat banyak pelajaran dalam berbisnis. Pemikiran itu menurut saya hal yang paling penting untuk memulai bisnis.</p>
<p>Oleh karena itu, menurut saya, sesungguhnya belajar bisnis sambil jalan atau jalan sambil belajar, di dunia usaha itu sama saja, yang penting kita telah berusaha dengan memulai usaha. Menurut Bob Sadino dengan melangkah seperti itu, paling tidak kita sudah malangkah lebih maju dalam berbisnis. Kita tidak lagi hanya berjalan di tempat, yang berarti kita tidak kemana-mana atau tidak melakukan bisnis apapun.</p>
<p>&#8220;Saya sukses karena saya melangkah. Bukan mengangan-angankan langkah&#8221;, kata Bob Sadino yang memulai usaha dari nol. Tentu saya sependapat dengan Bob, yang kini memiliki banyak supermarket dalam grup Kem Chick&#8217;s itu. Artinya, dengan melangkah, maka ada kemungkinan kita sukses, disamping ada pula kemungkinan gagal. Namun dengan tidak melangkah, maka kita tidak pernah akan sukses. Maka tidak ada salahnya, kita belajar bisnis sambil jalan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatinsa.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatinsa.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatinsa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatinsa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatinsa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatinsa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatinsa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatinsa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatinsa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatinsa.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatinsa.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatinsa.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatinsa.wordpress.com&blog=1561006&post=5&subd=fatinsa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatinsa.wordpress.com/2008/01/31/belajar-bisnis-sambil-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7598752029a54f002c24f0e44e0c8fa5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fatinsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proses Kreatif Berwiraswasta</title>
		<link>http://fatinsa.wordpress.com/2008/01/31/proses-kreatif-berwiraswasta/</link>
		<comments>http://fatinsa.wordpress.com/2008/01/31/proses-kreatif-berwiraswasta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 21:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fatinsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fatinsa.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[di kutip dari web-nya purdhicandra
Kita berani berpikir kreatif, itu berarti kita sudah berani mengambil resiko.
Salah satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki keterampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampui melakukan tugas kreatif. Saya yakin, selama pengusaha itu kreatif, maka usahanya akan tetap eksis dan berkembang maju.
Jadi intinya, menjadi pengusaha itu memang harus kreatif. Seolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatinsa.wordpress.com&blog=1561006&post=4&subd=fatinsa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>di kutip dari web-nya <a href="http://www.purdiechandra.net">purdhicandra</a></p>
<p><i>Kita berani berpikir kreatif, itu berarti kita sudah berani mengambil resiko.</i></p>
<p>Salah satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki keterampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampui melakukan tugas kreatif. Saya yakin, selama pengusaha itu kreatif, maka usahanya akan tetap eksis dan berkembang maju.</p>
<p>Jadi intinya, menjadi pengusaha itu memang harus kreatif. Seolah tiada hari tanpa kreativitas. Karena itulah, kini saatnya kita untuk terus kreatif. Ini mengingatkan macam usaha di Indonesia belum sebanyak di Amerika Serikat ataupun di negara lain. Di Amerika Serikat misalnya, ada bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi. Jadi sebenarnya banyak macam usaha yang bisa kita kerjakan, asal kita mau kreatif.</p>
<p>Didalam kita memilih usaha juga harus kreatif. Begitu juga sewaktu kita menjalankan usaha juga harus kreatif. Maka, tak ada salahnya kalau suasana di perusahaan itu harus diciptakan iklim yang kondusif untuk kita kreatif. Ide-ide kreatif yang semula tak pernah kita pikirkan, akan cenderung muncul.</p>
<p>Hanya saja memang kratif itu memerlukan proses, yakni proses kreatif. Jadi pada awalnya, untuk kreatif itu perlu persiapan, meski secara tidak formal. Tinggal, bagaimana kita sendiri membuat suasana kerja itu kreatif.<span id="more-4"></span></p>
<p>Dalam prosesnya, ternyata kreatif itu juga membutuhkan konsentrasi kita. Padahal, yang mungkin terjadi pada saat kita melakukan konsentrasi adalah menemui hambatan atau jalan buntu. Sehingga akibatnya, kita tak bisa berbuat apa-apa, atau mengalami frustasi. Dan, sebenarnya frustasi itu merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri.</p>
<p>Dalam kondisi inilah, menurut saya, sebaiknya kita tidak menyerah atau putus asa. Jangan berhenti sampai di situ. Tapi, kita harus yakin, bahwa pada saatnya nanti wawasan atau iluminasi akan muncul. Kemudian, kita melewati proses kreatif berikutnya, yaitu inkubasi atau pengendapan masuk ke alam bawah sadar. Pada saatnya, yaitu pada kondisi yang tidak disengaja, bisa saja muncul iluminasi. Itu artinya ide kreatif kita telah kita temukan.</p>
<p>Lantas yang perlu kita jalankan adalah mengolah atau menjalankan ide kreatif itu menjadi nyata, demi kemajuan bisnis kita. Bahkan menurut saya, untuk memberikan kepuasan pada pelanggan, kita pun harus menggunakan pendekatan yang kreatif. Termasuk juga bagaimana kita mencari modal atau dana untuk pengembangan usaha, peningkatan kegiatan produksi, perbaikan desain, pemasaran, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, orang kreatif itu sebenarnya adalah sama dengan orang yang berani mengambil resiko. Hanya tinggal seberapa besar sebenarnya kualitas kreativitas itu akan mempengaruhi resiko usaha yang dijalankan.</p>
<p>Bahkan, saya berpendapat, bahwa seseorang yang berani berpikir kreatif, berarti dia sudah berani mengambil resiko. Dan saya yakin, hanya pengusaha yang berani mengambil resiko itulah yang usahanya dapat berkembang maju, baik untuk saat ini ataupun untuk masa depan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fatinsa.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fatinsa.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fatinsa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fatinsa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fatinsa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fatinsa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fatinsa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fatinsa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fatinsa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fatinsa.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fatinsa.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fatinsa.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fatinsa.wordpress.com&blog=1561006&post=4&subd=fatinsa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fatinsa.wordpress.com/2008/01/31/proses-kreatif-berwiraswasta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7598752029a54f002c24f0e44e0c8fa5?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fatinsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>