^ Coretan Hati Kecil ^

~ Manusia tak pernah puas ~

Archive for the ‘Coretan Info’ Category

Top 10 Blogger Termuda Dibawah 17 Tahun

with 16 comments

Agak mengherankan juga melihat para blogger cilik ini bisa sukses di dunia blog dan menjadi top blogger diantara para top blogger dewasa lainnya. Di usia mereka yang masih sangat belia (dibawah 17 tahun), mereka berhasil membuat blog yang sangat ramai dikunjungi oleh ribuan orang perharinya. Bahkan mereka telah menghasilkan uang ribuan dollar/bulan dari blognya tersebut.

Diantara “anak-anak ” tersebut diatas, beberapa mulai serius mengembangkan blognya menjadi sebuah lahan bisnis yang menjanjikan dan profesional dengan omset jutaan dollar. Bagaimana dengan Blogger kita, seperti sudah ada yang up juga nih mengarah kesana … 🙂

Berikut daftar top 10+ Blogger Termuda yang berusia di bawah 17 tahun :
1.Carl Ocab http://www.carlocab.com 14 years old
2.David Wilkinson http://www.techzi.net 13 years old
3.Sly Blanco http://slyvisions.com/ 16 years old
4.Marko Dimitrovski http://buckserv.com/ 13 years old
5.Pranav Rastogi http://www.diggitlive.com 13 years old
6.Maher Saleh http://www.moneymakerboy.com/ 12 years old
7.Chloe Spencer http://www.neopetsfanatic.com/ 16 years old
8.Sean http://www.seantheblogger.com/ 15 years old
9.Josh Buckley http://www.joshbuckley.net/ 16 years old
10.Gareth Boyd http://www.justgareth.com 15 years old
11.Shane Hudson http://lonelydesigns.com/ 14 years old
12.Glenn Wolsey http://www.glennwolsey.com/ 15 years old
13.Connor Wilson http://www.connorwilson.com/ 16 years old

Written by fatinsa

July 19, 2008 at 7:14 pm

“Ketika Cinta Bertasbih”, Siap Diangkat ke Layar Lebar

with 14 comments

Kesuksesan film Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari novel Habiburrahman El Shirazy membuat karyanya menjadi incaran selanjutnya untuk di filmkan. Kali ini, rumah produksi Sinemart Pictures milik Leo Sutanto tengah bersiap mengadaptasi novel Kang Abik berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”.

Tak tanggung-tanggung, dua nama besar perfilman nasional, Chaerul Umam dan Imam Tantowi akan berduet sebagai sutradara dan penulis skenario. Sangat menarik, mengingat prestasi Chaerul yang telah meraih Piala Citra 1992 di Ramadhan dan Ramona dan penghargaan pada Festifal Film Asia 1977 di film Al Kautsar. Juga Imam Tantowi yang meraih Citra 1991 di Soerabaia’45 untuk sutradara terbaik dan Citra 1989 di Si Badung untuk kategori Penulis Cerita Terbaik.

“Ketika Cinta Bertasbih” yang terdiri atas dua buku (dwilogi) memakai dua setting latar Mesir dan Indonesia. Episode pertama mengenai pengembaraan Khairul Azzam untuk menuntut ilmu di Al-Azhar, Kairo, dan perjuangannya selama sembilan tahun untuk menyelesaikan studi S1 di Al-Azhar sambil mencari biaya pendidikan adik-adiknya di tanah air dengan berjualan bakso dan tempe pada para mahasiswa maupun warga Indonesia di Kairo.

Untuk episode dua mengenai pencarian cinta Khairul Azzam di tanah kelahirannya (Pulau Jawa). Episode dua akan membuat Anda berlinang air mata saat Azzam kehilangan orang yang sangat dicintainya dan kenangan Husna (Adik Azzam) ketika Ayah mereka dipanggil oleh Sang Khalik.

Untuk kepentingan promo, rencananya soft launching akan di gelar pada Selasa (24/3) di The Sultan Hotel (dulu Hilton_red), Jakarta. (Musashi)

Written by fatinsa

April 9, 2008 at 2:37 pm

Posted in Coretan Info

Tagged with , , , ,

Chaerul Umam Garap Film Persis Novel

with 3 comments

Chaerul Umam Garap Film Persis Novel

JAKARTA – Sutradara Chaerul Umam dipercaya menggarap film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Pria yang ada di balik sukses film drama komedi Ramadhan dan Ramona itu merasa satu visi dengan cerita yang diadaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy, pengarang Ayat-Ayat Cinta (AAC). “Banyak mengajarkan kebaikan,” katanya kemarin (25/3).

Beberapa tahun terakhir, kata pria yang akrab disapa Umam tersebut, dirinya memang sudah menentukan sikap untuk membuat karya, khususnya film, yang bernapaskan Islam. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. “Mengingat usia yang tidak lagi muda, sudah saatnya membuat yang bermanfaat,” kata pria kelahiran 4 April 1943 itu.

Sejak membuat keputusan tersebut, Umam rajin mencari cerita islami yang bagus untuk difilmkan. Target utama adalah novel Di Atas Sajadah Cinta dan Ayat-Ayat Cinta. Tapi, keduanya berlalu begitu saja, digarap sutradara lain. Akhirnya, Umam bisa mengucap syukur setelah rumah produksi SinemArt memercayakan penggarapan KCB untuk dirinya. “Alhamdulillah, ini sebuah penghargaan. Pucuk dicinta ulam pun tiba,” ucap sutradara sintron religi Maha Kasih itu.

Bagi Umam, KCB sangat menarik untuk difilmkan. Selain karena ceritanya sangat menarik, konflik di antara tokoh pun tidak vulgar. “Sangat halus. Inner conflict. Saya yang punya latar belakang aktor sangat senang dengan konflik seperti ini. Konflik tidak dirupakan dalam bentuk perkelahian atau marah-marah,” paparnya.

Kalau Hanung Bramantyo sejak awal mengatakan film AAC yang dibuatnya tidak sama persis dengan cerita novel, Umam sebaliknya. “Filmnya akan sama persis dengan novel. Nanti ketika nonton film, orang seperti sedang membaca novel. Tapi, tokoh-tokohnya bergerak,” lanjutnya sambil menambahkan bahwa KCB akan diluncurkan tahun ini juga.

Pemain yang akan memperkuat KCB belum ditentukan. Saat ini, proses casting masih berjalan. Sedikitnya dibutuhkan lima pemain utama. Kang Abik, panggilan Habiburrahman El Shirazy, turut menyeleksi.

Sejumlah syarat sudah ditetapkan. Di antaranya, calon pemain harus sudah membaca novel KCB, bisa mengaji, dan berkepribadian tidak jauh berbeda dengan tokoh yang dimaksud. “Jadi, tidak mungkin orang yang terjerat narkoba memerankan tokoh baik seperti yang ada di novel,” imbuh Kang Abik.

Mengingat AAC ditonton lebih dari 2, 5 juta orang, apakah Umam merasa memiliki beban untuk mencatat sukses serupa? “Soal jumlah penonton, saya tidak bisa memperkirakan. Banyak hal yang membuat sebuah film ditonton banyak orang. Bukan hanya kualitas,” jawabnya.

Meski begitu, Umam berjanji memberikan karya terbaik. “Saya akan membuat film ini indah dan komunikatif. Saya optimistis bisa melakukan. Tapi, saya nggak bisa menjanjikan ditonton banyak orang,” ujarnya.

Dilihat dari angka penjualan buku, Ahmad Munif, perwakilan penerbit Republika, merasa yakin KCB lebih menarik minat pasar daripada AAC. Setelah empat tahun dirilis, AAC terjual sampai 400 ribu eksemplar. KCB mampu mencapai 350 ribu eksemplar di tahun ketiga penjualan.

Sama seperti ketika AAC akan difilmkan, Kang Abik juga meminta beberapa hal sebelum KCB diproduksi. Mulai lokasi syuting yang sebisanya menggambarkan setting novel sampai karakter pemain yang harus sesuai dengan tokoh yang tertuang dalam tulisan. “Sebisanya harus mendekati imajinasi pembaca novel, bahkan lebih,” kata Kang Abik.

Dalam waktu dekat, tim dari SinemArt akan berangkat ke Kairo, Mesir, lokasi yang digambarkan dalam novel KCB. Mereka akan menyurvei tempat. Jika gagal, Tunisia dipilih sebagai alternatif. “Setelah lokasinya dapat, kami akan tetapkan tanggal syuting. Masalah biaya sudah disiapkan,” ungkap Heru Hendriyarto, produser KC

Written by fatinsa

April 9, 2008 at 2:22 pm

Posted in Coretan Info

Tagged with , , , , ,

Film Ketika Cinta Bertasbih Bakal Dibuat 3 Seri

leave a comment »

Film Ketika Cinta Bertasbih Bakal Dibuat 3 Seri


JAKARTA – Satu lagi novel karangan Habiburrahman El Shirazy akan diangkat menjadi film, Ketika Cinta Bertasbih. Seperti novelnya, film juga akan dibuat tiga seri.

“Buku ini best seller di Asia Tenggara. Kita akan mengikuti novelnya yang dibuat menjadi tiga seri. Film juga akan kontinyu tiga seri,” ungkap produser SinemArt Heru Hendriyarto kepada okezone, di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (1/4/2008).

Untuk film ini, pemeran wanita sebisa mungkin fasih berbahasa Arab.

“Para pemain syaratnya berakhlak mulia, yang wanita berjilbab dan fasih menggunakan bahasa Islam. Kalau diperkenankan kita mencari pemain yang fasih berbahasa Arab,”

Meski dalam film tersebut nanti akan ditampilkan hubungan cinta manusia lawan jenis, Heru memastikan tidak akan melanggar kode etik Islamiah.

Written by fatinsa

April 9, 2008 at 2:16 pm

Posted in Coretan Info

Tagged with , , , , ,

Kecewa dengan film Ayat – ayat Cinta

with 7 comments

Banyak beberapa orang yang merasa sedikit kecewa dengan film ayat-ayat cinta ini , seperti yang di tulis beberapa temen dalam milist.

But menurut saya mah… kita ambil aja hikmah yang terkandung dalam film AAC ini..

aac4.jpg
Ni kesalahan film AAC yang bikin gw kecewa:

*Fahri orangnya cupu banget. Padahal di novel dia itu tipikal pemimpin, tegas, kepala rumah tangga, makanya dia disukai cw. Eh di film kok dia jadi lemah, cengeng, trus minta nasehat mulu ke Syaiful (padahal yg terjadi di novel sebaliknya).

*Mahasiswa S2 Al-Azhar dinasehatin ama orang GILA gitu lho! Seolah ajaran agama Islam itu datangnya dari orang gila! Gila benerrrr!

*Fahri melototin perempuan! Gak sesuai banget ama sifat Fahri yg sangat islamis.

*Namanya SYAEFUL, tapi kenapa logat bicaranya JAWA?

*Fahri terlalu perhatian ama perempuan. Padahal di novelnya dia itu cuek ama perempuan, makanya gak kimpoi2

*Alicianya kok gak jadi orang Islamm? Percuma dong dia nongol di awal cerita

*Orang mesir pemarah, main asal tabok, padahal di novelnya diceritakan mereka itu orang yg sabar dan ramah, tipikal muslim sejati

*Orang mesir mukul Fahri, terus teriak ALLAHUAKBAR! Seolah2 ucapan Allahuakbar identik dengan kekerasan.

*Pamannya si Nurul kelihatan lemah, padahal sebagai seorang Syeikh semestinya dia ditampilkan berwibawa. Bukannya datang ngemis2 fahri minta poligami ama ponakannya.

*Kritiknya tidak setajam novelnya. Mungkin kena sensor kali ya? Yg ini gw sedikit maklum

*Aisha seolah digambarkan sebagai seorang yg ceroboh, mau kimpoi tanpa mengenal latar belakang suaminya. Padahal di novelnya dia telah mengenal Fahri dengan baik dari cerita2 Eqbal, pamannya.

Terus terang saya kecewa dengan film ini. Kenapa ya sutradara sekelas Hanung dengan karya2 terkenalnya bisa menghasilkan film kurang bermutu spt ini?

Memang lebih baik Hanung tetap berada di jalurnya, yaitu komedi. Dan film ini sebaiknya diserahkan kepada orang yg lebih “islamis” seperti Dedy Mizwar dengan karya2 terkenalnya seperti Lorong Waktu, Para Pencari Tuhan dll

Dan lebih baik agar hak pembuatan film islam seperti AAC tidak diberikan kepada PERUSAK MENTAL BANGSA, PEMBUAT SINETRON PERUSAK MORAL, PENJAJAH DARI INDIA, PUNJABI BERSAUDARA!

Lempar batu merah untuk PUNJABI!

Written by fatinsa

March 2, 2008 at 7:11 pm

Posted in Coretan Info

Lirik Lagu Ayat-ayat Cinta

leave a comment »

Lirik Lagu Ayat-ayat Cinta Ost Ayat-ayat Cinta by Rossa

ayat-ayat-cinta21.jpg

desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

reff:
maafkan bila ku tak sempurna
cinta ini tak mungkin ku cegah
ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu
bila bahagia mulai menyentuh
seakan ku bisa hidup lebih lama
namun harus ku tinggalkan cinta
ketika ku bersujud

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

repeat reff

ketika ku bersujud

Written by fatinsa

March 2, 2008 at 7:06 pm

Posted in Coretan Info

Sinopsis ayat-ayat cinta

with 5 comments

Sinopsis karakter ayat-ayat cinta

ayat-ayat-cinta2.jpg

Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 411 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Sepintas lalu, novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Dengan kata lain, novel ini merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, khususnya buat para kawula muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro (sejenis trem).

Mein Neim Ist Aisha
——————————

aisha1.jpg

Pada waktu itu, si pemuda yang bernama lengkap Fahri bin Abdullah Shiddiq, sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman Abdul Fattah, seorang Syaikh yang cukup tersohor di seantero Mesir. kepadanya Fahri belajar tentang qiraah Sab’ah (membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh imam) dan ushul tafsir (ilmu tafsir paling pokok). Hal ini sudah biasa dilakukannya setiap dua kali seminggu, setiap hari Ahad/Minggu dan Rabu. Dia sama sekali tidak pernah melewatkannya walau suhu udara panas menyengat dan badai debu sekalipun. Karena baginya itu merupakan suatu kewajiban karena tidak semua orang bisa belajar pada Syaikh Utsman yang sangat selektif dalam memilih murid dan dia termasuk salah seorang yang beruntung.

Di dalam metro, Fahri tidak mendapatkan tempat untuk duduk, mau tidak mau dia harus berdiri sambil menunggu ada kursi yang kosong. Kemudian ia berkenalan dengan seorang pemuda mesir bernama Ashraf yang juga seorang Muslim. Merteka bewrcerita tentang banyak hal, termasuk tentang kebencian Ashraf kepada Amerika. Tak berapa lama kemudian, ada tiga orang bule yang berkewarganegaraan Amerika (dua perempuan dan satu laki-laki) naik ke dalam metro. Satu diantara dua perempuan itu adalah seorang nenek yang kelihatannya sudah sangat lelah. Biasanya orang Mesir akan memberikan tempat duduknya apabila ada wanita yang tidak mendapatkan tempat duduk, namun kali ini tidak. Mungkin karena kebencian mereka yang teramat sangat kepada Amerika. Sampai pada suatu saat, ketika si nenek hendak duduk menggelosor di lantai, ada seorang perempuan bercadar putih bersih yang sebelumnya dipersilahkan Fahri untuk duduk di bangku kosong yang sebenarnya bisa didudukinya, memberikan kursinya untuk nenek tersebut dan meminta maaf atas pwerlakuan orang-orang Mesir lainnya. Disinilah awal perdebatan itu terjadi. Orang-orang Mesir yang kebetulan mengerti bahasa Inggris merasa tersinggung dengan ucapan si gadis bercadar. Mereka mengeluarkan berbagai umpatan dan makian kepada sang gadis, dan ia pun hanya bisa menangis. Kemudian Fahri berusaha untuk meredakn perdebatan itu dengan menyuruh mereka membaca shalawat Nabi karena biasanya dengan shalawat Nabi, orang Mesir akan luluh kemarahannya dan ternyata berhasil. Lalu ia mencoba menjelaskan pada mereka bahwa yang dilakukan perempuan bercadar itu benar, dan umpatan-umpatan itu tidak layak untuk dilontarkan. Namun apa yang terjadi, orang-orang Mesir itu kembali mrah dan meminta Fahri untuk tidak ikut campur dan jangan sok alim karena juz Amma saja belumtentu ia hafal. Kemudian emosi mereka mereda ketika Ashraf yang juga ikut memaki perempuan bercadar itu, mengatakan bahwa Fahri adalah mahasiswa Al-Azhar dan hafal Al-Qur’an dan juga murid dari Syaikh Utsman yang terkenal itu. Lantas orang-orang Mesir itu meminta maaf pada fahri.

aac3.jpg

Fahri kemudian menjelaskan bahwasanya mereka tidak seharusnya bertindak seperti itu karena ajaran Baginda Nabi tidak seperti itu. Lalu ia pun menjelaskan bagaimana seharusnya bersikap kepada tamu apalagi orang asing sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada fahri karena sudah megingatkan mereka. Sementara itu, si bule perempuan muda, Alicia, sedang mendengarkan penjelasan tentang apa yang terjadi dari si perempuan bercadar dengan bahasa Inggris yang fasih.Kemudian Alicia berterima kasih dan menyerahkan kartu namanya pada Fahri. Tak berapa lama kemudian metro berhenti dan perempuan bercadar itupun bersiap untuk turun. Sebelum turun ia mengucapkan terima kasih pada Fahri karena sudah menolongnya tadi. Akhirnya mereka pun berkenalan. Dan ternyata si gadis itu bukanlah orang Mesir melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di Mesir. Ia bernama Aisha.

Maria, Gadis Koptik yang Aneh
———————————————

aac1.jpg
Di Mesir, Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia, yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Misbah. Fahri sudah tujuh tahun hidup di Mesir. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi tempat tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lantai atas ditempati oleh sebuah keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed, dan dua orang anak mereka – Maria dan Yousef. Walau keyakinan dan aqidah mereka berbeda, namun antara keluarga Fahri (Fahri dkk) dan keluarga Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Di Mesir, bukanlah suatu keanehan apabila keluarga Kristen koptik dan keluarga Muslim dapat hidup berdampingan dengan damai dalam masyarakat. Keluarga ini sangat akrab dengan Fahri terutama Maria.

Maria adalah seorang gadis Mesir yang manis dan baik budi pekertinya. Kendati demikian, Fahri menyebutnya sebagai gadis koptik yang aneh, karena walaupun Maria itu seorang non-muslim ia mampu menghafal dua surah yang ada dalam Al-Quran dengan baik yang belum tentu seorang Muslim mampu melakukannya. Ia hafal surat Al-Maidah dan surah Maryam. Fahri juga baru mengetahuinya ketika mereka secara tak sengaja bertemu di metro. Seluruh anggota keluarga Boutros sangat baik kepada Fahri dkk. Bahkan ketika Fahri jatuh sakit pun keluarga ini jugalah yang membantu membawa ke rumah sakit dan merawatnya selain keempat orang teman Fahri. Apalagi Maria, dia sangat memperhatikan kesehatan Fahri. Keluarga ini juga tidak segan-segan mengajak Fahri dkk untuk makan di restoran berbintang di tepi sungai Nil,kebanggaan kota Mesir, sebagai balasan atas kado yang mereka berikan. Pada waktu itu Madame Nahed berulang-tahun dan malam sebelumnya Fahri dkk memberikan kado untuknya hanya karena ingin menyenangkan hati beliau karena bagi Fahri menyenangkan hati orang lain adalah wajib hukumnya. Setelah makan malam, tuan dan nyonya Boutros ingin berdansa sejenak. Madame Nahed meminta Fahri untuk mengajak Maria berdansa karena Maria tidak pernah mau di ajak berdansa. Setelah tuan dan nyonya Boutros melangkah ke lantai dansa dan terhanyut dengan alunan musik yang syahdu, Maria pun memberanikan diri mengajak Fahri untuk berdansa, namun Fahri menolaknya dengan alasan Maria bukan mahramnya kemudian menjelaskannya dengan lebih detail. Begitulah Fahri, ia selalu berusaha untuk menjunjung tinggi ajaran agama yang dianutnya dan selalu menerapkannya dalm kehidupan sehari-hari.

Si Muka Dingin Bahadur dan Noura yang Malang
———————————————————————-

noura11.jpg
Selain bertetangga dengan keluarga Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perangainya berbanding 180 derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur yang terkenal dengan julukan si Muka Dingin karena ia selalu berperangai kasar kepada siapa saja bahkan dengan istrinya madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur dan istrinya mempunyai tiga orang putri, Mona, Suzanna, dan Noura. Mona dan Suzanna berkulit hitam namun tidak halnya dengan Noura, dia berkulit putih dan berambut pirang. Hali inilah ang membuat Noura dimusuhi keluarganya yang pada akhirnya membuat dirinya tercebur kedalam penderitaan yang amat sangat. Bahadur mempunyai watak yang keras dan bicaranya sangat kasar, Nouralah yang selalu menjadi sasaran kemarahannya. Dan kedua orang saudaranya yang juga tidak menyukai Noura mengambil kesempatan ini untuk ikut-ikutan memaki dirinya. Sampai tibalah pada suatu malam yang tragis dimana Bahadur menyeret Noura ke jalanan dan punggungnya penuh dengan luka cambukan. Hal ini sudah sering terjadi, namun malam itu yang terparah. Tak ada satu orang pun yang berani menolong. Selain hari sudah larut, Bahadur juga dikenal amat kejam. Akhirnya, karena sudah tak tahan lagi melihat penderitaan Noura, Fahri pun meminta bantuan Maria melaui sms untuk menolong Noura. Awalnya Maria menolak karena tidak mau keluarganya terlibat dengan keluarga Bahadur. Namun setelah Fahri memohon agar Maria mau menolongnya demi kecintaan Maria terhadap Al-Masih, Maria akhirnya luluh juga. Jadilah malam itu Noura menginap di rumah keluarga Boutros. Malam ini jualah yang akhirnya menghantarkan Fahri ke dalam penderitaan yang amat sangat dan juga membuatnya hampir kehilangan kesempatan untuk hidup di dunia fana ini.

untuk bacaan lengkapnya dalam bentuk chm-nya silahkan download

Written by fatinsa

March 2, 2008 at 6:55 pm

Posted in Coretan Info